Baiklah, mari kita berbincang dan duduk
sejenak, lalu mari kita pahami bahwa setiap apa yang terjadi disekitar
kita, pasti dan sesungguhnya memiliki pelajaran hidup yang begitu luar
biasa. Namun karena terkadang begitu sibuknya, sehingga kita tidak bisa
mengambil pelajaran hidup itu secara jernih atau bahkan sama sekali
tidak pernah mengambilnya. Dengan alasan tidak bisa mengaitkan antara
kejadian satu dan kejadian yang lainnya hingga membentuk sebuah keadaan
baku yang memiliki makna dan pembelajaran kedewasaan tentang hidu
| toko tas |
.
Sehingga banyak peristiwa-peristiwa yang terlewatkan begitu saja tanpa
memperhatika keadaan sekitar. Hal ini suatu saat akan berada pada titik
jenuh dan membutuhkan pemenuhan untuk mengambil pelajaran hidup dari
sekitar.
“Thinking Time” ini adalah cara kita untuk memikirkan prestasi-prestasi yang telah kita torehkan atau dalam kata lain ini adalah “Pit Stop”.
Thinking Time ini adalah waktu evaluasi kita disaat kita merehatkan
badan sejenak. Mengapa? Karena waktu yang paling baik untuk melakukan
Thinking Time ini adalah ketika kita hendak tidur dimalam hari. Kita
bisa mencatat satu-persatu prestasi dan kesalahan apa yang telah kita
lakukan selama sehari penuh. Akankah semua yang kita lakukan itu
memiliki sebuah sumbangsih yang besar untuk kebangkitan berpikir dan
kebangkitan masyarakat dari keadaan terpuruk menjadi keadaan yang luar
biasa? Perbanyak pertanyaan menjadi salah satu kunci melakukan Thinking
Time ini, sebab ini juga bisa kita artikan sebagai waktu muhasabah
tentang seberapa banyak amal yang telah kita lakukan untuk kehidupan
akhirat kita. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
